Mengenal IQ, EQ dan SQ

Oleh NIDA AMALIA

(Mahasiswa Ilmu Komunikasi, FP IPS, Universitas Pendidikan Indonesia)

TOPIK mengenai IQ, EQ dan SQ tentunya sangat menarik baik untuk dibaca, dibahas, dibicarakan dan dikaji baik dalam forum formal ataupun nonformal di kalangan masyarakat. Kajian ini seringkali menjadi referensi, tolak ukur dan media pembelajaran mengenai psikologis kita. Sering kali kita mengambil banyak sekali ilmu, mengintropeksi diri, menentukan bagaimana untuk bersikap setelah pelatihan-pelatihan atau seminar mengenai EQ dan SQ. Sedangkan masyarakat pada dasarnya sudah menggeneralisasikan mengenai orang yang cerdas dan berhasil adalah orang yang memiliki IQ tinggi diatas 100. Paradigma ini sudah tertanam sejak masa perang dunia pertama.

IQ atau intelegen quotiens merupakan istilah dari pengelompokan kecerdasan manusia dan terletak pada fungsi otak neocontec. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Alferd Binet seorang ahli psikologi pada tahun 1905 di Paris, Perancis. Kemudian berkembang di negara Amerika pada masa perang dunia pertama.

EQ atau emotional quotients adalah kemampuan seorang manusia untuk memahami dirinya sendiri maupun orang lain atau biasa disebut bersimpati atau lebih dalamnya berempati dan menjadikan pengetahuan itu sebagai the finding problem. EQ sendiri terletak pada fungsi otak lymbicsystem dan pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Walman pada tahun 1995. Dalam EQ terdapat beberapa kemampuan seperti kreativitas, pengambilan resiko, kemampuan mengambil kesempatan dan hal-hal lain yang menyangkut peluang, maka tidak heran jika banyak pakar berpendapat bahwa EQ ini sangat berperan dalam penentu kesuksesan, bahkan menurutnya kecerdasan intelektual hanya 6% atau maksimal 20% dalam penentuan kesuksesan sedangkan EQ dapat berpengaruh 80% nya. Bahkan ada sebuah quotes yang mengatakan “kemampuan mengendalikan emosi membuat bisnis 100% lebih sukses.” Seperti 3 cerita yang akan dipaparkan dibawah ini untuk penguatan pendapat tersebut.

Kisah Penjualan Pesawat

Ada seorang pembuat pesawat dari Jakarta yang akan menjual pesawatnya kepada perusahaan Petronas di Malaysia, sebelum disepakati orang Indonesia itu bersama seorang rekannya yang seorang pintar dengan beragam titel di depan dan di belakang namanya dijamu untuk makan malam bersama di rumah pemilik perusahaan Petronas Malaysia dalam rangka pengakraban dalam bisnis. Setelah makan malam sang calon pembeli atau pemilik perusahaan Petronas mengajak orang Indonesia serta rekannya untuk melihat-lihat koleksi barang antik miliknya, dengan bangga dia memperlihatkan berbagai koleksi antiknya dan sesekali bertanya pada orang Indonesia “what do you think?” dan orang indonesia itupun menjawab dengan senyuman sembari berkata “that’s good” “awesome” dan sebagainya demi menyenangkan hati sang pembeli, dan kemudian sang pemilik perusahaan itu bertanya pada rekan sang penjual yang sejak tadi hanya berdiam diri tak memberi komentar apa-apa, pemilik perusahaan itu bertanya “ what do you think bout this?” kemudian rekan sang penjual itu menjawab “itu sangat bagus, hanya saja barang yang seperti itu di Jakarta tepatnya di Jl. Surabaya banyak juga dan harganya pun murah-murah.” Tentu sang pemilik perusahaan Petronas itu merasa sangat dipermalukan dan marah walaupun tidak ia pelihatkan, dan tentunya dia tidak jadi membeli pesawat dan membatalkan bisnisnya dengan orang Indonesia tersebut.

Kisah Penerbangan Yang Dibatalkan

Di suatu bandara pada suatu hari terdapat sekerumunan orang yang menunggu pemberangkatan pesawatnya yang sedang diperbaiki satu jam yang lalu. Kemudian terdengar pengumuman bahwa pesawat itu tidak cukup diperbaiki satu jam, maka pemberangkatan terpaksa dibatalkan. Mendengar pemberitaan tersebut para penumpang pun mengajukan beberapa protes keras, bahkan ada seorang penumpang yang sangat marah dam memaki-maki petugas agen penerbangan itu sembari menggebrak meja dia berkata di hadapan petugas itu dengan nada keras “anda tahu siapa saya? Saya pejabat penting, dan saya akan menemui sebuah pertemuan yang sangat penting pula. Anda tahu apa kerugian yang saya dapatkan jika saya tidak menghadirinya? Anda tahu berapa berapa kerugian yang saya dapatkan? Saya bisa saja menuntut anda dan menutup agen penerbangan ini!” Tentu saja sang petugas merasa ketakutan, tubuhnya bergetar dan dia tak biasa lakukan apa-apa selain meminta maaf kepadanya dan kepada seluruh penumpang yang jadwalnya berantakan karena pembatalan pesawat hari itu, sebagai gantinya pihak penerbangan menyediakan sebuah hotel untuk pemberangkatan pagi pada seluruh penumpang itu. Namun ada seseorang yang tiba-tiba berbicara kepada seorang petugasnya “bagus sekali, saya sangat berterimakasih untuk  pembatalan ini” petugas itupun bingung, disaat semua memaki-makinya tiba-tiba ada seorang yang mengatakan bagus dan berterimakasih pula, dengan penuh rasa heran bertanya pada enumpang itu “kenapa anda berterimakasih? Sedangkan penumpang lain merasa kecewa dan marah-marah” lau penunpang itu menjawab “jujur, sebenarnya saya juga kecewa, karena sayapun seorang bisnisman yang mempunyai agenda untuk menghadiri rapat bisnis yang sangat penting, mungkin jika saya tidak hadir saya akan kehilangan bisnis ini, tapi untuk apa saya marah? Jika penerbangan ini dibatalkan untuk memperbaiki pesawat, apa jadinya jika pihak anda memaksakan untuk tetap terbang? Mungkin hasilnya akan lebih buruk dari ini, maka dari itu saya berterimakasih karena pihak anda telah mengambil keputusan yang tepat ini.” Petugas itupun tersanjung dengan kebijakan penumpang ini, dia setengah berbisik pada penumpang tersebut mengatakan “sebenarnya, ada satu kursi yang masih kosong di pesawat lain yang tujuannya sama tetapi melaui jalur yang berbeda, jika anda mau, anda bisa menduduki kursi itu, hanya saja waktu tempuhnya akan sedikit lambat.” Dan penumpang yang bijaksana itupun menaiki pesawat yang ditawarkan oleh petugas, bisnisnya akan tetap berjalan lancar. Sedangkan penumpang yang memaki-maki petugas masih berdiam diri di kamar hotel dengan masih berselimut amarah sehingga setiap pelayan yang menawari makanan untuknya pun terkena kemarahannya.

Kisah Air Putih

Dulu, disetiap terminal atau stasiun banyak yang menawarkan minuman untuk mereka yang kebetulan haus, atau memang haus karena lelah menunggu pemberangkatan. Sayangnya diantara penjual itu tidak ada yang menjual air putih. Air yang dijajakan para penjual adalah air teh, air sirup, dan sebagainya sehingga orang yang menginginkan air putih hanya akan mendapatkannya di sebuah warung makan secara gratis tetapi harus memesan makanan terlebih dahulu. Akhirnya dengan inisiatif yang ada seseorang mengisi penuh beberapa botol dengan air matang dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dari bahan bakar, dan tentu saja dari berbagai minuman yang bervariatif itu air putih tetap menjadi juara dan laku keras. Hingga pada saat ini akhirnya banyak perusahaan yang menjual air mineral kemasan berkat ide sang pemilik inisiatif tersebut.

Dari ketiga cerita diatas jelas sekali terlihat betapa kecerdasan atau IQ tinggi seseorang tidak ada apa-apanya jika tidak diimbangi dengan EQ yang tinggi pula, karena disini terlihat bahwa kesempatan dan peluang datang ketika seseorang bisa mengolah secara matang emosionalnya dan menjadikannya bijaksana. Karena pada dasarnya EQ itu wujudnya adalah sebuah pengambilan keputusan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa sehingga hasilnyapun dapat maksimal.

Bahkan attitude atau perilaku seseorang dalam berinteraksi dengan yang lainnya dalam EQ bisa dicontohkan dengan beberapa hal dibawah ini agar membuat orang lain terkesan:

  1. Keep Eyes Contacts

Tatapan mata sangat penting ketika pembicaraan, karena seperti pepatah yang ada bahwa mata adalah jendela hati, tentunya tidak akan berkesan baik suatu pembicaraan langsung yang ada apabila tidak ada kontak mata didalamnya. Setidaknya dengan menatap mata lawan bicara, orang tersebut akan merasa dihargai dan diperhatikan. Bukankah semua manusia ingin dihargai?

 

  1. Smile

Senyum adalah ibadah, senyum menggambarkan keramahan manusia terhadap sesamanya, dengan senyum kita bisa mencairkan suasana, menentramkan hati, dan mengindahkan suasana. Senyum yang baik adalah senyum 2cm kanan 2cm kiri, karena logikanya tidak akan indah suatu senyum atau beda maksud arti senyuman apabila garis bibir tidak simetris, yang ada seorang akan mengartikannya sebuah ejekan, kesinisan dan ketidakramahan seseorang.

 

  1. Jaga Ekspresifitas atau Mimik Wajah

Mimik wajah seseorang tentu berperan penting juga dalam suatu percakapan, tentunya tidak akan enyenangkan apabila ditengah percakapan riang ada seorang yang memperlihatkan mimik muka cemberut, atau apabila dalam percakapan sedih seseorang menampilkan ekspresi kegembiraan.

 

  1. Bertanya

Pertanyaan dapat menjadi sebuah pembuka percakapan atau penentu percakapan akan terus berlangsung atau tidak. Karena pertanyaan menunjukan antusias kita terhadap topik yang sedang berlangsung. Sebuah obrolan tentunya akan sangat menarik jika terdapat tanya jawab didalamnya.

 

  1. Anggukan Dagu Setiap 3 Menit Pembicaraan

Anggukan dagu juga merupakan suatu ekspresi dimana penggambaran diri kita tengah tertarik pada suatu obrolan dan mencoba untuk memahami suatu pembicaraan. Anggukan juga memperlihatkan bahwa kita antusias dan serius pada topik obrolan yang tengah berlangsung.

 

  1. Gerak Badan

Gerak badan sama seperti ekspresifitas wajah, hanya saja ini seperti bahasa tubuh yang secara langsung dapat ditangkap oleh lawan bicara. Misalnya ketika seseorang tertarik dengan pembicaraan dia akan mencondongkan bahunya pada lawan bicaranya. Ini menunjukan keseriusan ketika mendengarkan lawan bicara.

Terakhir adalah SQ atau spiritual quotiens, SQ terdapat di bagian otak godspot atau temporalobe, ditemukan 12 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2000 oleh WS. Ramachandan.

Kecerdasan ilmiah yang demikian (IQ, EQ, SQ) itu terletak pada neuro sains otak manusia yang dapat digambarkan dengan segitiga seperti dibawah ini

     SQ

 

1

IQ                                                                                                            EQ

yang artinya ketiga fungsi tersebut satu sama lain saling berhubungan.

This entry was posted on Sunday, June 9th, 2013 at 06:28 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.