Mengembangkan Kurikulum 2013 Sebagai Upaya Untuk Menjadikan Anak Bangsa Yang Cerdas Dan Berkarakter

Oleh FERTIKA

(Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia 2013)

Abstrak

KURIKULUM adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Pada dasarnya kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan. Tujuan yang akan dicapai sesuai dengan salah satu tujuan bangsa Indonesia pada isi pembukaan UUD 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Anak bangsa sekarang telah berbeda dengan anak bangsa yang sebelumnya, dimana sekarang cenderung kurang menanamkan sikap-sikap yang telah dimiliki bangsa Indonesia sebelumnya, misalnya religius, jujur, adil, sopan dan santun. Hal ini bisa dikarenakan faktor lingkungan, dimana jaman sekarang lebih canggih dan lebih cepat dalam mendapatkan sesuatu dibandingkan dengan jaman dulu. Di lain pihak kemampuan yang dimiliki belum mencukupi untuk bersaing dan penggunaan fasilitas-fasilitas yang disalahgunakan. Dengan tuntutan yang semakin cepat dan kemampuan manusia yang terbatas itulah memungkinkan sikap-sikap yang tertanam adalah sikap yang kurang jujur dan sebagainya. Untuk mengimbanginya maka perlu mengembangkan kurikulum sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjadikannya memiliki karakter. Kurikulum perlu dikembangkan dalam usaha  pencapaian keberhasilan di dunia pendidikan. Mengantarkan anak bangsa yang mampu bersaing di dunia internasional dengan karakter yang baik.

Keyword: kurikulum, tujuan pendidikan, perubahan anak bangsa, pengembangan kurikulum

  • A.                Pendahuluan

Kurikulum di Indonesia mengalami banyak pergantian. Pergantian kurikulum yang terjadi di Indonesia tidak hanya terjadi sekali atau dua kali, melainkan sudah terjadi lebih dari lima kali. Berikut pergantian kurikulum yang terjadi di Indonesia yang tertera dalam bahan uji publik kurikulum 2013

1

Terjadinya perubahan ini diakibatkan banyak faktor, salah satunya adalah kehidupan bangsa dan kuatnya persaingan dunia. Terdapat kekurangan-kekurangan pada kurikulum yang telah dijalankan sebelumnya. Untuk itu kurikulum perlu dikembangkan dan diperbaharui. Pertambahan penduduk yang mengakibatkan bertambahnya pula kebutuhan penduduk, mengubah perilaku bangsa saat ini.

Dari jaman ke jaman manusia berfikir untuk menjadikan segala sesuatunya menjadi bermakna dan menguntungkan. Oleh karena itu, banyak ilmuwan mempelajari sesuatu dan menemukan inovasi baru guna memenuhi kebutuhan manusia di dunia. Sama halnya di bidang pendidikan, para ahli pendidikan memikirkan hal yang bisa membuat anak bangsa, penerus bangsa, menjadi seseorang yang dapat dibanggakan dan dapat berguna bagi nusa dan bangsa serta memiliki karakter yang baik. Di lain pihak, sifat manusia yang tak pernah puas mencari hal-hal yang menguntungkan bagi dirinya sendiri, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang diinginkannya. Nilai-nilai kejujuran, religius, peduli dan lain sebagainya sudah kurang diperhatikan. Dengan adanya orang-orang yang seperti itu, maka akan berdampak buruk pada generasi berikutnya. Untuk itu dibuatlah satu inovasi pada bidang pendidikan yang tertuang dalam kurikulum 2013 ini. Untuk lebih memahami bagaimana kurikulum ini dapat berhasil memperbaiki generasi muda di Indonesia, berikut ini akan dijelaskan mengenai :

  1. Apa itu kurikulum?
  2. Mengapa kurikulum mengalami pergantian?
  3. Karakter apa saja yang ingin dibangun dengan menggunakan kurikulum 2013 ini?
  4. Bagaimana keadaan generasi muda sekarang ini, sehinngga  kurikulum perlu diperbaharui?
  5. Apa yang membedakan kurikulum 2013 dengan kurikulum yang telah diterapkan sebelumnya?
  6. B.                 Pembahasan
  7. 1.                  Pengertian Kurikulum

Kurikulum berasal dari bahasa Yunani, curir yang berarti pelari dan curere yang berarti tempat berpacu. Kurikulum populer di Indonesia sejak tahun 1950-an yang diperkenalkan oleh sejumlah kalangan pendidik lulusan Amerika Serikat. Adapun yang menyebutkan bahwa kurikulum berasal dari kata curriculum yang berarti lintasan untuk balap kereta kuda yang biasa dilakukan oleh bangsa Romawi pada zaman kaisar Gaius Julius Caesar di abad pertama tahun masehi. Bogoslousky yang mengutarakan bahwa kurikulum dapat diumpamakan sebagai sebuah rumah yang mempunyai empat bagian, yaitu universum (ilmu pengetahuan alam kodrat yang diperluas), sivilisasi (karya yang dihasilkan manusia), kebudayaan, dan kepribadian. George A. Beauchamp (1986) mengemukakan bahwa

“ A Curriculum is a written document which may contain many ingredients, but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school”.

Disini Beauchamp menekankan bahwa kurikulum adalah sebuah rencana yang harus dijalankan oleh siswa dan guru selama proses belajar dan mengajar berlangsung untuk mencapai tujuan tertentu.

Dalam undang-undang telah dinyatakan bahwa: “Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian, sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan.”

  1. 2.                  Pergantian Kurikulum

Dari awal kemerdekaan sampai sekarang tercatat bahwa pada tahun 1947 diresmikan Rencana Pelajaran, yang kemudian menjadi Rencana Pelajaran Terurai (1952), kemudian diganti sebagai Rencana Pendidikan (1964), yang kemudian diganti sebagai Kurikulum 1968. Kemudian mengalami pergantian kembali pada tahun 1973, 1975, 1984, 1994, 1997, 2004, 2006, dan sekarang kurikulum 2013. Banyak sekali pergantian kurikulum yang terjadi di Indonesia. Sebagian orang setuju dengan pergantian tersebut, namun sebagian orang lainnya tidak setuju. Untuk orang-orang yang setuju, mereka berpendapat bahwa masa sekarang tidak sama lagi dengan masa dulu sehingga kurikulum yang telah diberlakukan sudah tidak dapat digunakan lagi. Sebagian orang yang tidak setuju adalah orang-orang yang berpendapat bahwa kurikulum yang diganti akan sulit untuk diterapkan.

Dalam menyusun kurikulum diperlukan pemikiran yang matang. Setiap kurikulum disusun seideal mungkin dan mempunyai landasan. Namun, dalam pelaksanaannya masih belum seperti yang diidealkan. Adapun kondisi pada saat ini adalah

2

Permasalahan kurikulum sebelumnya sehingga diganti menjadi kurikulum 2013 antara lain:

3

Adapun yang menjadi alasan mengapa kurikulum 2013 disusun adalah:

4

Dalam alasan-alasan tersebut ada faktor kompetensi masa depan, dimana lulusan harus mampu berkomunikasi, berpikir jernih dan kritis, mampu mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan. Disini terlihat bahwa lulusan yang lahir dari penerapan kurikulum berbasis karakter ini dapat menjadi lulusan yang hebat dan mampu bersaing di dunia internasional jika kurikulum dijalankan dengan baik dan benar oleh semua pihak yang bersangkutan.

  1. 3.                  Karakter Bangsa

Kurikulum sebagai komponen penting dalam pendidikan harus memiliki tujuan dan sasaran yang akan dicapai, seleksi dan organisasi bahan dan isi pelajaran, bentuk dan kegiatan belajar dan mengajar, dan akhirnya evaluasi hasil belajar. Dalam kurikulum 2013 ini lebih menekankan pada keluaran yang memiliki karakter. Adapun karakter yang dimaksud berjumlah 18 karakter. Berikut 18 karakter yang dimaksud:

  1. Religius : Sikap dan perilaku patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan selalu hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
  2. Jujur : Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan.
  3. Toleransi : Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
  4. Disiplin : Tindakan yang menunjukan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
  5. Kerja Keras : Perilaku yang menunjukan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
  6. Kreatif : Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
  7. Mandiri : Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
  8. Demokratis : Cara berpikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
  9. Rasa Ingin Tahu : Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat dan didengar.
  10. Semangat Kebangsaan : Cara berpikir, bertindak dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan diri dan kelompoknya.
  11. Cinta Tanah Air : Cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukan rasa kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
  12. Menghargai Prestasi : Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
  13. Bersahabat/Komunikatif : Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
  14. Cinta Damai : Sikap, perkataan dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
  15. Gemar membaca : Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
  16. Peduli Lingkungan : Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
  17. Peduli Sosial : Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
  18. Tanggung-Jawab : Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Karakter-karakter tersebut yang akan diupayakan untuk mengantarkan siswa agar mampu bersaing namun tetap memegang teguh karakter bangsa.

  1. 4.                  Keadaan Generasi Muda Sekarang

Banyak generasi muda yang berprestasi akhir-akhir ini yang dapat mengharumkan nama bangsa, namun di sisi lain terdapat fenomena yang tidak menyenangkan pada generasi muda sekarang ini. Misalnya, banyak yang terjerat kasus narkoba, perkelahian antar pelajar, kecurangan dalam ujian dan sebagainya. Jika hal ini terus dibiarkan, maka akan hancur bangsa ini. Ketika suatu bangsa penuh dengan orang-orang yang tidak memegang karakter-karakter yang baik, maka sepintar apapun bangsa itu, tidak akan bertahan lama. Lama kelamaan bangsa tersebut akan hancur karena dibangun hanya dengan pikiran saja tidak dengan nilai-nilai lain yang mendukung, misalnya dari segi religiusnya.

  1. 5.                  Perbedaan Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Sebelumnya

Kurikulum 2013 disusun untuk melanjutkan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.

Dalam kurikulum 2013 akan diberlakukan penambahan jam pelajaran. Hal ini dapat dijadikan sebagai pencegahan anak berbuat menyimpang, misalnya main berlebihan hingga tidak melaksanakan kewajibannya. Dengan penambahan jam pelajaran tersebut, guru akan lebih leluasa untuk melakukan proses pembelajaran dengan siswa. Semua permasalahan diselesaikan di sekolah.

Dengan waktu yang banyak maka ilmu yang diperoleh siswa akan lebih banyak juga dan siswa akan lebih paham serta memaknai materi. Dengan penambahan jam pelajaran ini juga dapat menghalangi siswa untuk tawuran karena dalam pembelajaran guru menciptakan suasana bersahabat, cinta damai, serta peduli. Lama kelamaan anak akan berfikir dan dapat membentuk karakter bangsa yang baik.

Dalam proses pembelajarannya, siswa mengamati dan mengalami langsung, dalam artian tidak hanya teori yang mereka dapatkan. Karena belajar dengan mengalami langsung akan ingat dan paham seterusnya.

I hear, I forget

I see, I remember

I do, I understand

 

  1. C.                Kesimpulan

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.

Kurikulum di Indonesia dapat diganti atau diperbaiki ketika kurikulum tersebut dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan dan kondisi bangsa Indonesia.

Di indonesia ini akan diterapkan kurikulum baru yakni kurikulum 2013 yang berbasis karakter. Adapun 18 karakter bangsa, yakni religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung-jawab.

Generasi muda sekarang banyak diberikan fasilitas-fasilitas yang digunakan secara positif dan negatif. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan maka dalam kurikulum 2013 lebih menekankan generasi muda yang berkarakter yang mampu menggunakan fasilitas yang diberikan secara baik dan benar sesuai dengan kegunaannya.

Kurikulum 2013 disusun untuk melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada pada kurikulum sebelumnya.

 

Daftar Pustaka

 

Anonim.(2013).Kurikulum.[online].Tersedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum [3 April 2013]

Bahan Uji Publik Kurikulum 2013

DANASASMITA,Wawan.Konsep Kurikulum. [online] Tersedia: http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BAHASA_JEPANG/195201281982031WAWAN_DANASASMITA/TUGAS_MAHASISWA/BAB I-KONSEP_KURIKULUM.pdf.

 [6 Februari 2013]

Sanjaya, Wina (2010). Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta:Kencana

Surakhmad,Winarno.(2009).Pendidikan Nasional: Strategi dan Tragedi.Jakarta: PT Kompas Media Nusantara

Tim pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. (2009). Kurikulum & Pembelajaran. Bandung : Jurusan Kutekpen FIP UPI.

 

This entry was posted on Wednesday, April 3rd, 2013 at 14:19 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.