Keajaiban Motivasi

1

Oleh C. LARASAWATI PUTRI

(Mahasiswa IPSE 2012, FP MIPA UPI)

SEBAGAI manusia kita melalui starting point (permulaan) dalam setiap melakukan sesuatu, dan biasanya kita merasa semangat ketika baru memulai aktivitas yang baru dan ketika kita merasa jenuh dengan aktivitas kita inilah titik balik dari rasa semangat kita, kita cenderung tidak semangat dan berfikir untuk mengakhiri aktivitas yang sedang kita lakuakan ini.

Di sini lah peran motivasi sangat diperlukan, motivasi dapat membuat kita yang sedang merasa skak pada aktivitas tertentu dapat bergairah kembali dalam meneruskan aktivitas yang sedang kita jalani. Secara garis besar kita dapat membagi motovasi kedalam dua kelompok besar, yaitu motivasi Intern yang datang dari diri kita sendiri dan motivasi Ekstern yang datang baik dari lingkungan maupun orang lain.

Motivasi Intern dapat timbul ketika kita harus melakukan sesuatu demi kebaikan diri kita sendiri dan diri kita sendiri pula lah yang menjadi landasan kita melakukan sesuatu. Sementara motivasi Ekstern dapat muncul dari berbagai keadaan mulai dari inspirasi dari orang-orang sukses hingga kisah hidup orang-orang yang kurang berutung yang dapat membangkitkan semangat kita untuk melakukan sesuatu.

Sebagai mahasiswa yang memasuki semester-semester pertengahan kita sering merasa jenuh dan bosan dengan rutinitas kuliah yang cenderung statis, maka dari itu tidak sedikit para mahasiswa yang menghilangkan rasa bosannya tersebut dengan cara-cara yang kurang baik seperti halnya pergi ke bioskop, karauke, bahkan ada yang menganggap diskotik atau klab malam sebagai sarana penghilang bosan yang sebenarnya hanya dapat menghilangkan bosan untuk sesaat dan menghabiskan banyak uang.

Sebenarnya untuk menghilangkan rasa bosan dan membangkitkan kembali semangat kita dapat dilakukan dengan cara mendapatkan motivasi baik motivasi intern maupun motivasi ekstern. Motivasi tidak hanya datang dari para motivator-motivator terkenal saja. Contohnya jika kita berada di stopan lampu merah dan melihat para anak-anak yang mengamen, mengemis, dan membawa-bawa batu cobek di punggungnya sebenarnya meraka adalah motivasi buat kita. Hanya untuk mengisi perut dan mengenyam pendidikan pun mereka harus berkerja yang tidak layak, sementara bagi orang-orang yang beruntung dan hanya memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh orang tuannya sering kali merasa malas dan bosan untuk   mencari ilmu.

Dan ketika melihat orang-orang dengan keterbatasan fisik akan tetapi  mereka dapat berbuat sesuatu bukan hanya untuk dirinya sendiri namun juga untuk orang lain dan juga lingkungannya tapi banyak diantara kita semua yang hanya memikirkan untuk melakukan sesuatu untuk kepuasan diri kita sendiri, bukankah contoh-contoh tersebut dapat dijadikan landasan untuk kita agar menjadi orang yang lebih baik lagi dan dapat berguna bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga orang lain.

Bagi anda yang sedang mencari motivasi untuk melakukan aktivitas yang sedang anda lakukan sekarang atau yang akan anda lakukan alangkah baikknya anda melihat kembali kedalam diri anda mengenai keuntungan apa yang dapat anda peroleh jika anda  menyelesaikan atau melakukan aktiviatas tersebut lalu lihatlah orang-orang terdekan anda yang alangkah bahagiannya mereka jika anda dapat menyelesaikan aktivitas tersebut. Jika cara-cara tersebut masih belum dapat membuat semangat dan motivasi anda muncul anda dapat menemui motivator atau berkunjung ke majelis agar anda dapat lebih bersemangat dalam melakukan aktivitas.

Ada yang harus anda ingat bahwa sebenarnya motivasi bisa muncul dari mana saja dan kapan saja bahkan dari hal yang tidak anda duga sebelumnya. Dan jika sesuatu tidak sesuai dengan apa yang anda harapkan jangan menyalahlakan keadaan bahkan menyalahkan orang lain atas kondisi anda tersebut namun anda hanya perlu menambah sidikit lagi usaha dan doa anda.

Dan yang terakhir terima kasih kepada dosen Bahasa Indonesia saya yang telah memotivasi saya untuk menulis lagi J

This entry was posted on Monday, February 25th, 2013 at 03:46 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.